Sabtu, 21 Agustus 2010

CARA AMAN DAN EFEKTIF MENYAPIH SI KECIL


Menyapih si batita dari ASI mudah saja asal dilakukan dengan cara yang tepat.
Hingga kini masih banyak ibu yang menggunakan cara-cara penyapihan seperti yang dilakukan ibu-ibu zaman dulu. Dari mengoles putingnya dengan zat-zat yang berasa pahit seperti jamu dan brotowali, sampai memplester puting. Bahkan ada yang mengolesnya dengan obat merah. Padahal, sudah seharusnyalah kita meninggalkan cara-cara lama itu. Apalagi pada dasarnya, menyapih anak dari ASI dapat dilakukan secara alami, sehingga anak lebih siap menerimanya.
Jika menyapih dilakukan dengan cara yang benar, maka kelekatan anak dengan ibunya akan berada dalam porsi yang tepat. Maksudnya, anak dapat belajar bahwa ibu tetap mencintainya meskipun ia tak mendapatkan ASI lagi. Anak akan merasa, disapih bukanlah suatu yang menyakitkan. Dengan begitu, efek lain yang bisa timbul adalah anak belajar kemandirian.
SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL
1. Mengoleskan obat merah pada puting
Selain bisa menyebabkan anak mengalami keracunan, juga membuat anak belajar bahwa puting ibu ternyata tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukannya secara tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya mudah diduga, anak akan merasa ibu tidak mencintainya.
Gaya kelekatan yang muncul selanjutnya adalah avoidance (menghindar dalam suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal ini ibunya.
2. Memberi perban/plester pada puting
Dibanding cara nomor 1, cara ini akan terasa lebih menyakitkan buat anak. Jika diberi obat merah, anak masih bisa menyentuh puting ibunya. Tetapi kalau sudah diperban/diplester, anak belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.
3. Dioleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit
Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Mengapa? Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya.
Dampaknya, anak bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen, dalam arti ia tidak mengerti apakah ibu sebetulnya mencintainya atau tidak. "Bunda masih memberikan ASI, tapi kok tidak seperti biasanya, jadi pahit."
Parahnya lagi, kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal nantinya.
4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya
Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah kehilangan figur ibu. Ingat lo, anak kecil umumnya belum memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti ini bisa mengguncang jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak merasa ditinggalkan.
Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.
5. Selalu mengalihkan perhatian anak setiap menginginkan ASI
Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya, "Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau tidak sayang, kok masih ngajak aku main?"
6. Selalu bersikap cuek setiap anak menginginkan ASI
Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak, sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri.
CARA YANG DIANJURKAN
Penyapihan alami/natural (child led weaning)
Inilah cara yang terbaik karena tidak memaksa dan mengikuti tahap perkembangan anak. Tiap anak sebetulnya memiliki tahapan perkembangan alami yang menandai ia siap untuk disapih. Contoh, ketika giginya mulai tumbuh dan sistem pencernaannya sudah terbentuk baik biasanya anak mulai bisa menikmati makanan padat, bukan lagi ASI. Dengan begitu ia pun mulai belajar secara natural untuk meninggalkan ASI.
Sayangnya cara alami sering tak dipahami orang tua sehingga momentum yang baik ini malah diabaikan. Sering, kan, acara makan bagi anak tidak diupayakan menyenangkan. Makanannya juga tidak disajikan secara menarik, tidak variatif, serta rasanya mungkin kurang enak. Dari situ, akan timbul kesan negatif terhadap aktivitas makan. Jadi sebaiknya, manfaatkan jadwal makan anak untuk memberikan perhatian dan gizi yang baik. Dengan demikian, kelekatan emosional ibu-anak yang tadinya terfasilitasi di saat menyusui dapat terimbangi dengan aktivitas lain sesuai tahap perkembagan di usia batita.

CARA-CARA MENYAPIH INI BOLEH DILAKUKAN ASAL...
1. Memberi makan dan minum agar anak selalu kenyang sehingga lupa pada ASI
Cara ini boleh saja dilakukan untuk menyapih, tetapi harus secara perlahan. Selain itu, afeksi yang terjalin ketika ibu menyusui juga harus digantikan dengan sentuhan lain agar tetap terjaga hubungan kelekatan antara ibu dan anak. Jika kedua hal ini tak dilakukan, ditakutkan anak merasa ditolak.
Pada anak yang sudah mengerti jika diajak berbicara, ibu dapat memberikan penjelasan kepadanya. Katakan bahwa sudah saatnya ia makan makanan lain atau minum susu selain ASI, tapi ibu tetap sayang padanya.
2. Memberi empeng atau dot sebagai pengganti puting
Yang penting afeksi dari ibu bisa tetap terjaga dengan cara yang lain. Hanya saja, empeng atau dot bisa menciptakan ketergantungan baru sehingga memengaruhi struktur gigi-geligi anak. Jadi, bila ada cara lain yang lebih baik, hendaknya cara ini tak digunakan.
3. Menjarang-jarangkan waktu pemberian ASI
Jika tadinya pemberian ASI dilakukan kapan saja anak mau, maka untuk menyapihnya perjarang pemberian menjadi misalnya 3 kali sehari. Lalu beberapa minggu kemudian menjadi 2 kali sehari dan 1 kali sehari hingga berhenti sama sekali.
Hal ini boleh saja dilakukan karena mengikuti prinsip gradual weaning (menyapih secara bertahap). Maksudnya, anak disiapkan terlebih dahulu, sehingga ketika usianya genap 2 tahun, anak sudah siap tak mendapatkan ASI lagi. Biasanya cara ini dilakukan ketika anak mulai memasuki usia 1 tahunan. Di waktu-waktu biasanya anak mendapatkan ASI, kini diganti dengan susu formula dalam gelas dan makanan padat.
Yang penting, pengurangan frekuensi pemberian ASI tidak membuat anak kaget. Termasuk dalam cara bertahap ini adalah menyapih sebagian (partial weaning). Contoh, si batita disapih waktu malam saja atau waktu siang saja.
4. Memberikan penjelasan kepada anak, setelah itu tak sekalipun memberikan ASI lagi
Cara menyapih seperti ini bisa dilakukan jika usia anak sudah mencapai 2 tahun. Akan tetapi, tidak memberikan ASI sama sekali sebagai pertanda ketegasan ibu sama saja dengan menyapih secara mendadak (abrupt weaning). Dampaknya tetap negatif jika penjelasan ibu tidak bisa diterima; anak merasa ditolak oleh ibunya.
Apalagi jika sebelumnya tak ada pengondisian atau persiapan untuk anak terlebih dulu. Biasanya terjadi saat ibu memutuskan kembali bekerja karena merasa anak sudah cukup besar, ibu sakit sehingga tak boleh menyusui, ibu hamil lagi, atau produksi ASI berkurang drastis oleh karena satu dan lain hal.
Oleh karena itu, jelaskan pada anak alasan masuk akal mengapa harus berhenti menyusu pada ibu. Apakah karena usianya yang sudah mencapai 2 tahun atau karena kondisi ibu memang tidak memungkinkan sehingga harus berhenti menyusui secara mendadak.
JANGAN MENYAPIH BILA...
Penting diperhatikan, penyapihan hendaknya tidak dilakukan bila anak sedang mengalami suatu perubahan. Umpama, sedang tumbuh gigi, keluarga baru pindah rumah, atau si kecil baru saja masuk kelompok bermain. Dalam periode itu anak sedang perlu waktu untuk beradaptasi. Beradaptasi terhadap satu perubahan saja sudah sulit, apalagi jika ditambah dengan penyapihan. Terlebih lagi penyapihan melibatkan ikatan emosional ibu dan anak.
YANG JUGA PERLU DIPERHATIKAN
Saat mulai minum susu formula, ajari anak untuk menggunakan mug (cangkir), bukan dengan botol dot. Tujuannya agar secara perlahan-lahan anak tidak bergantung lagi pada puting susu ibunya. Dengan pengondisian ini, anak juga belajar bahwa puting susu ibu bukan satu-satunya alat untuk memperoleh susu.
Tentunya sambil melakukan cara-cara tersebut, ibu tetap harus menunjukkan afeksinya terhadap anak. Antara lain dengan memberikan sentuhan pada anak, semisal mengusap-usap rambutnya atau memeluknya. Namun caranya memeluk jangan seperti sedang memberikan ASI, melainkan peluklah dalam posisi yang lain.
Jika anak sudah bisa diajak bicara, berilah penjelasan. Contoh, "Kamu sekarang sudah besar. Kamu perlu makanan lain selain ASI." Tekankan juga bahwa tidak minum ASI bukan berarti ibu tidak sayang lagi.
KENDALA DARI PIHAK IBU
Tak jarang terjadi, kendala penyapihan datang justru dari ibu sendiri. Ia tak bersedia menyapih anaknya karena ada ikatan/ketergantungan emosional yang kuat dengan anak. Kondisi ini bisa terjadi jika ibu terlalu menikmati perannya sebagai sosok yang memberikan ASI kepada anak. Bisa juga dipengaruhi oleh perasaan dibutuhkan bahwa dirinyalah yang dapat membuat anaknya tumbuh dan berkembang melalui ASI yang diberikan.
Tentunya hal ini tak dapat dibiarkan lebih lama, khususnya setelah anak mencapai usia dua tahun. Karena jika ASI terus diberikan, bisa menimbulkan ketergantungan emosional yang kurang sehat antara ibu dan anak. Hal ini akan berdampak negatif terhadap perkembangan psikis anak. Si kecil dapat mengembangkan kepribadian dependen atau tidak mandiri, yang selanjutnya mengarah kepada permasalahan-permasalahan emosional lain.
Gazali Solahuddin. Ilustrator: Pugoeh
sumber : Nakita 
Narasumber:

Ester Lianawati, Psi.,

dosen pada Fakultas Psikologi UKRIDA dan psikolog di Personal Growth
 

Jumat, 20 Agustus 2010

MENGATASI ANAK SUSAH MAKAN




SETIAP anak biasanya mengalami masa sulit makan. Seringkali hal ini membuat orangtua kawatir sang anak kekurangan nutrisi. Sebenarnya, semua anak yang sehat dan normal tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Jadi, jika Anda telah memeriksa anak tidak sedang sakit, tidak sedang tumbuh gigi, tidak ada sariawan/jamur atau gangguan pada pencernaannya, serta anak tetap tampak aktif dan bahagia, maka tak perlu panik menghadapi aksi anak yang satu ini.
Yang perlu dilakukan orangtua pertama kali adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Jika memang tidak ditemukan gangguan fisik seperti di atas, maka penyebabnya adalah masalah psikis. Secara umum, anak tidak mau makan mungkin karena beberapa hal berikut:
• Anak masih belum trampil mengolah makanan.
• Tekstur makanan yang tidak sesuai dengan perkembangannya.
• Suasana makan yang kurang menyenangkan.
• Trauma dengan acara makan.
• Bosan dengan menu, dll
Berikut ini beberapa gejala anak sulit makan dan solusi yang mungkin bisa kita lakukan agar nafsu anak kembali normal.
1. Mengeluarkan kembali dengan lidahnya
Jika ini dilakukan oleh anak yang baru belajar makan, umur 6 bulan ke atas, kemungkinan disebabkan organ-organ mulutnya belum trampil mengolah makanan atau anak merasa aneh dengan makanan yang relatif baru baginya. Sebaiknya tekstur makanannya diperlembut dan tetap sabar menyuapi.
2. Menyembur
Kemungkinan si kecil sedang mengeksplorasi organ-organ di mulutnya. Jika bayi Anda 8 bulan ke atas, bisa jadi karena makanannya terlalu cair. Anda dapat mengentalkan tekstur makanannya agar tidak disemburkan.
3. Mengulum/menyimpan di mulut dalam waktu lama
Anda bisa merangsang anak agar lebih cepat mengunyah dengan mempertahankan kehangatan makanan. Bisa dengan menyajikannya dalam mangkuk lebih besar berisi air panas/hangat. Atau membagi porsinya menjadi 2, dimana 1/2 porsi dihidangkan sambil 1/2 porsi yang lainnya tetap dihangatkan.
Untuk anak 1 tahun ke atas dapat ditambahkan lauk yang crispy seperti tempe goreng, nugget, perkedel jagung atau mungkin sekedar bawang goreng agar anak terpacu untuk lebih giat menggiling makanan dalam mulutnya.
4. Menutup mulut
Biasanya ini terjadi pada anak usia 10 bulan-2 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah keinginan untuk protes. Cari tahu keinginan anak. Coba turuti jika memungkinkan atau jelaskan alasan jika memang keinginannya tidak dapat dipenuhi. Dengan bahasa kasih dan konsistensi, maka masa ini bisa dilalui dengan baik.
5. Pilih-pilih makanan
Anda bisa mengolah makanan yang tidak disukainya dalam bentuk yang menarik, bentuk yang lembut hingga dapat disamarkan diantara bahan makanan yang lain, atau Anda gabungkan dengan makanan favoritnya.
Selain itu, makanlah makanan yang tidak disukainya itu di hadapannya dengan perasaan gembira dan tunjukkan ekspresi betapa nikmatnya apa yang Anda makan. Lama-lama, si kecil bisa tertarik untuk mencobanya.
Tiap masa anak sulit makan mungkin berbeda-beda cara menanganinya. Masa anak susah makan ini bisa sampai 1-2 bulan. Orangtua memang dituntut untuk sabar, kreatif dan konsisten.

sumber : bayisehat

BUAH HATI SUSAH MAKAN ???



 BATITA yang mogok/susah makan kerap membuat orang tua kehabisan akal. Segala cara sudah dicoba, tetapi yang ditemui justru jalan buntu. Sebenarnya apa sih dalang dari masalah makan pada anak? Menjelaskan fenomena anak susah makan bisa dibilang gampang-gampang susah. “Ah mungkin sedang masanya” atau ”lagi bosan dengan menunya kali…”. Menginjak usia batita semangat bereksplorasi si kecil meningkat, seringkali makan menjadi aktivitas kurang menyenangkan dibanding bermain. Coba terapkan pola rutin, ada waktu bermain, ada waktu makan, ada pula waktu tidur.
Sayangnya tak semua masalah kesulitan makan sesederhana itu, jika jurus praktis untuk menghadapi aksi mogok makan si kecil menemui jalan buntu, kemungkinan besar ada penyebab medis dari kondisi ini. Biang keladi yang sering ditemui adalah hilangnya napsu makan akibat gangguan pencernaan. Amatilah keseharian si kecil, apakah sering mengalami :
  • Perut kembung
  • Cegukan
  • Sering buang angin
  • Muntah atau mual bila disuapin makanan
  • Nyeri perut sesaat yang hilang timbul
Ini kerap disertai gangguan perilaku seperti aktif berlebihan, gangguan tidur malam dan gangguan konsentrasi. Tak jarang terdapat gangguan kesehatan gigi, sariawan dan gusi berdarah. Yang tak kalah pentingnya amatilah apakah si kecil mengalami gangguan gerakan mengigit, mengunyah dan menelan, dengan cara ketika anak muntah amati apakah makanan yang tadi dimakan masih utuh, jika ya, tandanya si kecil mengalamani kesulitan mengunyah dengan sempurna.
Meski lebih kecil pengaruhnya faktor psikologis juga mempengaruhi napsu makan anak. Misal orang tua terlalu protektif atau pemarah, keluarga tidak harmonis.
Lantas, bagaimana pemecahan yang bisa kita lakukan:
  1. Pastikan apakah betul anak mengalami kesulitan makan.
  2. Carilah penyebab kenapa si kecil kesulitan makan.
  3. Identifikasi apakah ada komplikasi yang terjadi.
  4. Berikan pengobatan terhadap penyebabnya.
  5. Bila penyebabnya gangguan saluran cerna, hindari makanan tertentu yang menjadi penyebab gangguan.


sumber : www.bayisehat.com

Memandikan Bayi

Kebanyakan Bunda baru masih menganggap aktivitas memandikan bayi suatu hal yang menakutkan. Hal ini disebabkan karena hal ini adalah suatu hal baru bagi Bunda. Bagaimana agar aktivitas memandikan bayi ini menjadi suatu yang menyenangkan? Berikut ini tips dari Pelangi Bunda:
Sebelum memulai aktivitas ini, Bunda harus menyiapkan dulu semua perlengkapan mandi yang dibutuhkan. Antara lain:

-          Bak mandi dengan air hangat.

-          2 buah ember plastik kecil (1 untuk baju kotor dan ompolan, 1 untuk kotoran pup).

-          Handuk lembut (pilih handuk khusus untuk bayi).

-          Washlap.

-          Sabun mandi cair dan shampoo.

-          Pakaian bersih.

-          Perlak mandi.

-          Minyak telon.

 

Selanjutnya, langkah-langkah saat memandikan bayi:

1.    Tuangkan air kedalam ember mandi si kecil, baru kemudian tambahkan air panas (jangan memasukkan air panas terlebih dahulu. Ini untuk menghindari bayi terjatuh dalam ember berisi air panas).

2.     Air mandi sebaiknya tidak terlalu panas atau terlalu dingin (tes dengan siku Anda).

3.    Bersihkan kedua matanya dengan kapas yang dibasahi air matang hangat. Gunakan kapas berbeda untuk masing-masing mata.

4.     Lalu bersihkan lubang hidungnya. Ingat, selalu kapas yang berbeda untuk masing-masing lubang hidung.

5.     Bersihkan bagian luar telinga si kecil dengan cotton buds yang dicelup dengan baby oil (ingat, hanya bagian luarnya saja. Jangan coba-coba mengorek-orek telinga bayi).

6.      Bersihkan alat kelaminnya, pantatnya, dan lipatan-lipatan yang ada ditubuhnya.

7.     Baru kemudian sabuni tubuh bayi dengan sabun bayi dan beri shampoo pada rambutnya. Untuk bayi baru lahir, bisa menggunakan shampoo yang sekaligus merupakan sabun / produk 2 in 1 yang bisa dengan mudah ditemukan di supermarket/toko perlengkapan bayi.

8.     Angkat bayi, lalu sangga kepala dan lehernya dengan satu tangan. Jepitkan jemari tangan kita dibagian ketiak bayi untuk “mengunci” gerakan bayi. (bayi suka bergerak-gerak, jika sedang dimandikan badan bayi akan basah dan licin, jika jemari kita sudah memegang pangkal lengan bayi/ketiaknya maka kemungkinan bayi meleset dari gendongan dapat dicegah). Gunakan tangan kita yang sebelah untuk menyangga pantatnya.

9.     Turunkan tubuhnya dalam ember. 

10.   Tatap terus mata bayi sambil mengajaknya berbicara agar dia merasa nyaman.

11. Sementara tangan kiri kita memegangi tubuhnya, gunakan tangan kanan untuk membersihkan sabun. Gunakan washlap untuk menghilangkan shampoo di rambutnya.

12.   Bersihkan punggung bayi dari sabun dengan membaliknya. Caranya: balikkan badan bayi, sangga dengan tangan kiri kita sambil tetap memegang erat ketiaknya.

13.   Setelah diangkat, bungkus cepat-cepat tubuh si kecil dengan handuk kering agar dia tidak kedinginan.

14.   Segera keringkan seluruh tubuh si kecil.

15.   Oleskan minyak telon, lalu pakaikan bajunya. Baru kemudian sisir rambutnya.

 

Tips:

-          Pilihlah bak mandi yang berbentuk memanjang. Karena bak berbentuk lingkaran kurang bisa maksimal untuk memandikan bayi yang baru lahir.

-          Pilih handuk yang cukup untuk membungkus bayi. Bisa juga dipilih ukuran yang lebih besar agar dapat digunakan hingga usia balita. Handuk bayi biasanya awet, karena pemakaiannya sekadar menyeka badan mungil.

-          Pilih produk sabun sekaligus shampoo khusus bayi yang baru lahir agar tidak mencederai matanya.

-          Jika menggunakan bedak bayi, taburkan bedak bayi di dada, perut, dan punggung si kecil, barulah kemudian oleskan minyak telon. Hanya saja sebaiknya untuk bayi yang baru lahir semakin sedikit kita menggunakan produk bayi untuk kulitnya maka semakin baik. Ingat, kulit bayi masih sangat sensitive, bahkan ada beberapa bayi yang tidak tahan dengan wangi-wangian.

-          Untuk bayi wanita jangan taburkan bedak di sekitar kemaluannya. Bedak ini akan masuk kedalam vagina bayi.

-          Jangan pernah menambahkan air panas dalam ember/bak mandi si kecil selagi si kecil di dalamnya.

 (Sumber: Buku 200 Tips Ibu Smart Anak Sehat, Nadia Indivara) 

 

Minggu, 15 Agustus 2010

Berbagai Manfaat di Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Kolak Pisang Istimewa

Selain kaya zat gizi, buah pisang tumbuh subur di Indonesia dan cocok diolah menjadi aneka kudapan lezat dan mengenyangkan. Beragam jenis pisang bisa didapat dengan mudah di negeri ini. Sebut saja pisang kepok, pisang susu, pisang emas, pisang barangan, pisang raja, pisang tanduk, pisang kapas, pisang raja, dan pisang ambon.

Manisnya pisang juga cocok diolah menjadi beragam kudapan. Mulai dari pisang goreng, kolak pisang, banana cake, muffin pisang, kue bolu pisang, bahkan bisa diolah menjadi kue tradisional seperti nagasari dan putri noong.

Khasiat buah ini juga dapat menurunkan level stres dari dalam tubuh Anda. Pasalnya, ketika tubuh dalam kondisi stres, tingkat metabolisme pun akan menjadi naik. Akibatnya, terjadi pengurangan kadar potasium di dalam tubuh. Kondisi ini dapat Anda atasi dengan melahap pisang yang kaya potasium. Potasium sendiri merupakan mineral penting yang dapat menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak, dan mengendalikan kadar cairan tubuh.

Nah, bila ingin minum yang segar-segar di waktu sore, Anda bisa membuat camilan berupa kolak istimewa. Tak hanya lezat, namun juga bisa menjadi makanan pengganti di malam hari bila Anda sedang diet.

Ini dia salah satu resep olahan pisang :

Bahan- bahan:
1 liter santan dari 1 butir kelapa
150 gr gula pasir
2 lembar daun pandan, simpulkan, sobek-sobek
2 cm jahe, memarkan
5 buah pisang barangan, iris melintang 1 cm
200 gr kolang-kaling, iris membujur tipis
150 gr tapai ketan hitam yang manis, siap pakai es batu jika akan disajikan dingin

Bola-bola talas:
250 gr talas ketan
25 gr tepung maizena
0,50 sdt garam
2 tetes pewarna merah
Air untuk merebus

Cara membuat:
1. Bola-bola talas: Kupas talas, cuci dengan air bergaram agar getahnya hilang, tiriskan. Kukus talas dalam dandang panas hingga matang dan empuk. Angkat, haluskan selagi panas. Tambahkan tepung maizena, garam, dan pewarna merah. Aduk rata hingga menjadi adonan yang tidak lengket. Bentuk adonan menjadi bola-bola sebesar kelereng, rebus dalam air mendidih hingga matang dan mengapung. Angkat, tiriskan, sisikan.

2. Didihkan santan, gula dan daun pandan, dan jahe sambil aduk-aduk agar santan tidak pecah dan gula larut. Masukkan pisang dan kolang-kaling, rebus sambil aduk-aduk hingga pisang matang dan santan agak kental. Angkat.

3. Penyajian : Dalam mangkuk saji, taruh bola-bola talas dan tapai ketan hitam. Siram dengan kolak pisang panas, sajikan segera. Jika ingin disajikan dingin, siram dengan kolak pisang yang telah dingin, beri es batu menurut selera.

Resepnya patut dicoba nih BUNDA..
Mari kita berikan keluarga tercinta sajian berbuka puasa yang nikmat dan kaya manfaat.
Hmm.. Yummie..

(sumber : waspada.co.id)


Sabtu, 14 Agustus 2010

Mengatur Dapur Bagi Bunda Yang Sibuk

Bunda seorang pekerja kantoran?
Tp tentunya tetap ingin pekerjaan rumah tidak terbengkalai khan?

Bekerja di kantor, mengerjakan pekerjaan rumah plus mengurus si kecil adalah kegiatan sehari-hari si BUNDA super. Namun tahukah Anda, bahwa aktifitas dapur paling merepotkan? Mengatur dapur dengan benar ternyata bisa meringankan beban tersebut. Berikut langkah-langkahnya.

1. Simpan Kudapan Anak di Tempat Terjangkau
Anak-anak dalam masa pertumbuhan pasti gemar menyantap snack atau kudapan. Menurut saran dari Collen Millaney seorang ahli interior, jangan menyimpan kudapan si kecil di tempat yang sulit. Hal ini akan memudahkannya mengambil kudapan tersebut tanpa harus meminta bantuan Anda. Beban semakin ringan, si kecil pun makin mandiri.

2. Jessica Denay, Ketua 'Hot Moms Club' mengatakan bahwa dapur merupakan tempat yang tepat untuk menaruh kalender atau jadwal kegiatan sehari-hari. Karena seringnya beraktifitas di sana, meletakkan jadwal kegiatan di pintu kulkas akan jauh lebih efektif ketimbang menaruhnya di dalam organizer ponsel Anda.

3. Persiapkan Celemek
Celemek bukan sekedar gaya saat memasak. Celemek akan melindungi busana Anda dari kotoran saat memasak, juga cipratan noda minyak. Hal ini akan memudahkan saat mencuci baju nanti. Kotoran saat memasak yang menempel di baju seringkali sulit dibersihkan sehingga membuat kegiatan mencuci menjadi lebih sulit.

4. Atur dispenser air minum Anda
Temperatur panas pada dispenser dapat diatur menjadi lebih sejuk. Jika Anda harus meninggalkan anak di rumah tanpa pengawasan, sebaiknya ubah temperatur dispenser. Hal ini bertujuan agar anak-anak bisa mengambil minum sendiri tanpa khawatir tersiram air panas. Pikiran pun menjadi lebih tenang.

5. Ganti wadah kaca dengan plastik.

Mengganti wadah bertujuan agar memudahkan anak mengambil sendiri segala kebutuhannya. Plastik tak lebih berat dari kaca sehingga memudahkan si kecil mengangkatnya. Selain itu jika wadah itu terjatuh, tak akan berbahaya atau menyakiti anak-anak.

Bagaimana? Smoga tips diatas bisa membantu meringankan pekerjaan Bunda di rumah yaa..

Mandi dengan Shower : Hemat, Ramah Lingkungan dan Bikin Cantik


Dear BUNDA,
Ternyata ada banyak manfaat mandi dengan menggunakan shower. Pertama, menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan dengan memanfaatkan air secara maksimal. Karena penggunaan air dengan shower saat mandi jauh lebih hemat daripada kita menggunakan gayung.
Manfaat kedua, adalah untuk kecantikan kulit kita. Mengapa? Karena dengan menggunakan air kita dapat memperoleh lebih banyak ion negatif yang bermanfaat bagi kulit kita. Dalam udara bebas, sebenarnya ada ion negatif dan positif yang bersatu. Dengan adanya semprotan air, maka ion negatif dan ion positif terpecah. Ion positif yang lebih berat, membuat ion ini cepat jatuh sedangkan ion negatif dapat melayang di udara. Itulah sebabnya kita merasa lebih nyaman dan segar saat berada di dekat air terjun atau saat menghirup udara setelah hujan karena ada banyaknya ion negatif di udara.
Dalam suatu percobaan, jumlah ion negatif meningkat 10 kali lipat setelah digunakan shower selama 5 menit dan terus bertambah dengan semakin lamanya penggunaan shower. Tetapi harus diingat, bahwa uap panas justru dapat meningkatkan ion positif, maka bila kita mandi hendaknya menggunakan fan atau membuka jendela sehingga terjadi pertukaran udara.
Penggunaan shower juga dapat memberi pijatan pada wajah kita sehingga wajah kita dapat bernapas dengan lebih baik. Maka agar mendapatkan efek yang baik, hendaknya shower tidak digunakan secara tegak lurus, tetapi dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
Jadi, tidak ada salahnya mencoba menggunakan shower saat mandi sebagai terapi untuk wajah kita juga sebagai pernyataan kepedulian kita terhadap lingkungan.

 
Copyright © Pelangi Bunda. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh