Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

TIPS MEMANDIKAN BAYI



Bagi ibu baru, awalnya mungkin takut memandikanbayi. Namun Anda tidak perlu takut bayi tidak suka mandi, karena selama sembilan bulan di kandungan, ia berenang dalam air ketuban.

Mantapkan hati ketika memandikan bayi. Pegang erat tubuhnya, dan mandikan dia dengan lembut. Berikut langkah-langkah, agar acara memandikan bayi tetap aman dan nyaman bagi bayi:
  • Perlengkapan 'perang'. Siapkan bak mandi, letakkan perlengkapan mandi, seperti sampo, sabun, handuk, di pinggir bak atau di tempat yang mudah dijangkau. 
  • Air hangat. Isi bak dengan air hangat bersuhu 29-30 derajat celcius (ukur dengan alat pengukur suhu khusus untuk mandi bayi). Pasang pula baby support, atau penyangga tubuh bayi, di bak mandi untuk memperkecil risiko bayi tergelincir dari tangan Anda.
  • Seka dan sabuni. Seka wajahnya dengan waslap basah, tuang sabun cair two in one, lalu sabuni tubuh bayi mulai dari rambut, leher, badan, tangan dan kaki, serta lipatan-lipatan tubuhnya. Angkat sedikit badan bayi, kemudian sabuni punggungnya. 
  • Bilas sampai bersih. Setelah itu, keringkan badan bayi dengan benar, termasuk tali pusatnya. Dandani bayi seperti biasa.

Agar acara mandi bayi makin menyenangkan, ajak bayi 'ngobrol' sambil bernyanyi. Pasti bayi akan semakin senang ritual mandinya.

Sumber : www.ayahbunda.co.id

Jumat, 20 Agustus 2010

BUAH HATI SUSAH MAKAN ???



 BATITA yang mogok/susah makan kerap membuat orang tua kehabisan akal. Segala cara sudah dicoba, tetapi yang ditemui justru jalan buntu. Sebenarnya apa sih dalang dari masalah makan pada anak? Menjelaskan fenomena anak susah makan bisa dibilang gampang-gampang susah. “Ah mungkin sedang masanya” atau ”lagi bosan dengan menunya kali…”. Menginjak usia batita semangat bereksplorasi si kecil meningkat, seringkali makan menjadi aktivitas kurang menyenangkan dibanding bermain. Coba terapkan pola rutin, ada waktu bermain, ada waktu makan, ada pula waktu tidur.
Sayangnya tak semua masalah kesulitan makan sesederhana itu, jika jurus praktis untuk menghadapi aksi mogok makan si kecil menemui jalan buntu, kemungkinan besar ada penyebab medis dari kondisi ini. Biang keladi yang sering ditemui adalah hilangnya napsu makan akibat gangguan pencernaan. Amatilah keseharian si kecil, apakah sering mengalami :
  • Perut kembung
  • Cegukan
  • Sering buang angin
  • Muntah atau mual bila disuapin makanan
  • Nyeri perut sesaat yang hilang timbul
Ini kerap disertai gangguan perilaku seperti aktif berlebihan, gangguan tidur malam dan gangguan konsentrasi. Tak jarang terdapat gangguan kesehatan gigi, sariawan dan gusi berdarah. Yang tak kalah pentingnya amatilah apakah si kecil mengalami gangguan gerakan mengigit, mengunyah dan menelan, dengan cara ketika anak muntah amati apakah makanan yang tadi dimakan masih utuh, jika ya, tandanya si kecil mengalamani kesulitan mengunyah dengan sempurna.
Meski lebih kecil pengaruhnya faktor psikologis juga mempengaruhi napsu makan anak. Misal orang tua terlalu protektif atau pemarah, keluarga tidak harmonis.
Lantas, bagaimana pemecahan yang bisa kita lakukan:
  1. Pastikan apakah betul anak mengalami kesulitan makan.
  2. Carilah penyebab kenapa si kecil kesulitan makan.
  3. Identifikasi apakah ada komplikasi yang terjadi.
  4. Berikan pengobatan terhadap penyebabnya.
  5. Bila penyebabnya gangguan saluran cerna, hindari makanan tertentu yang menjadi penyebab gangguan.


sumber : www.bayisehat.com

Jumat, 13 Agustus 2010

7 Strategi Mengajak Si Kecil Berbagi


Kepedulian terhadap sesama perlu ditumbuhkan sejak dini pada diri anak-anak kita. Ada banyak cara, kok, untuk melatih si kecil agar murah hati.
1. Sumbangkan baju.
Secara teratur, ajak anak-anak Anda membongkar lemari pakaiannya dan memilah pakaian-pakaian yang sudah tidak dipakai lagi (baik karena kesempitan atau sudah bosan). Hal yang sama dapat diterapkan pada mainan dan buku-buku bacaan bekas. Jika memungkinkan, ajak anak saat Anda mengantarkan barang-barang tersebut ke posko pengumpulan bantuan, panti asuhan, atau mereka yang membutuhkan.
2. Kunjungan sosial.
Secara rutin Anda dapat mengunjungi rumah panti jompo atau ke rumah tetangga yang dihuni sepasang orang tua dan membawakan mereka makanan. Atau dapat juga memberikan makanan kepada tukang sapu jalan serta pengemis yang memang sudah tidak dapat bekerja lagi, baik karena usianya yang sudah tua ataupun karena fisiknya yang cacat.
3. Donor darah.
Jika anak sudah agak besar, ajak mereka saat Anda melakukan donor darah agar mereka mempunyai gambaran tentang mendonorkan darah. Jelaskan kepada mereka mengapa Anda melakukannya dan apa harapan Anda dengan melakukan hal itu.
4. Undang anak yatim.
Di hari ulang tahun anak, jelaskan padanya, pesta yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dapat dilakukan dengan berbagi kegembiraannya dengan cara mengundang anak yatim piatu.
5. Hadiah.
Pada hari Lebaran atau Natal, siapkan hadiah untuk mereka yang memerlukan. Hadiah tersebut dapat berupa sembako yang dibungkus rapi.
6. Tabungan khusus.
Sediakan celengan khusus untuk diberikan kepada mereka yang memerlukan. Ajak anak untuk menyisihkan sedikit dari uang jajannya ke dalam celengan tersebut, dapat dilakukan setiap hari atau setiap akhir minggu. Begitu celengan penuh, diskusikan dengan seluruh anggota keluarga, akan diberikan kepada panti asuhan, fakir miskin, atau mereka yang tidak mampu.
7. Kegiatan amal.
Secara rutin, ajak anak mengikuti kegiatan amal yang diadakan oleh mesjid atau gereja di lingkungan tempat tinggal Anda.
Dengan menerapkan beberapa strategi di atas, Anda mengajarkan pada anak, beramal tidak hanya dilakukan pada saat terjadi keadaan darurat. Di sisi lain, Anda membantu anak untuk mengerti bahwa menolong sesama yang sedang dalam kesulitan merupakan pandangan hidup. Jangan lupa, saat Anda memberi kepada orang lain, sebetulnya Anda tengah memberi si kecil pesan penting mengenai keyakinan Anda akan semangat memberi.

Sumber : Tabloid Nova

Menu Sehat Anak Berpuasa

Menu Sahur

- Nasi putih
- Sup Pong Tahu
- Bistik Telur
- Buah Segar
- Minum susu, serta minum air putih sebanyak yang dia sanggup.

Buka Puasa

- Minum air putih sebanyak yang dia sanggup
- Menikmati 1-2 butir kurma dan kolak labu (camilan berbuka puasa).

Makan Malam

- Nasi putih
- Ayam pop
- Tahu bacem
- Kerupuk
- Tumis Tauge
- Salad buah (Fruit Salad)
- Minum air putih sebanyak yang dia sanggup.
- Sebelum tidur, jika si kecil masih merasa lapar, boleh diberikan segelas susu, kue atau sepotong buah.
sumber : Mom&Kiddie

Ketika Si Kecil Belajar Puasa

TAK terasa, bulan Ramadan sudah tiba. Lantas, apa si kecil menyambutnya dengan suka cita? Atau justru si kecil baru akan belajar berpuasa? Kalau ya, ada baiknya ajarkan si kecil berpuasa secara bertahap, sesuai dengan usianya.

Pun dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Memang tidak mudah, Moms! Seperti apa caranya?

Sejak Usia 4 Tahun Bisa Berpuasa

Sebenarnya, ujar Natasha Nugraha, Psi, puasa itu sifatnya wajib bagi anak usia akil balik. Meski begitu, sebaiknya orangtua melatih anak berpuasa sejak dini, bahkan usia 4 tahun sekalipun.

"Batasan waktu melatih anak berpuasa bergantung pada individu anak, juga lingkungan yang memengaruhi motivasi berpuasa. Bagi anak-anak usia usia 5-7 tahun, misalnya, memerlukan waktu yang bertahap, seperti puasa ¼ hari, ½ hari, bahkan ada pula anak usia 6 tahun pun bisa berpuasa penuh," terang Rienani S Mahadi.

Umpamanya saja, anak makan sahur. Kemudian, puasa dengan berbuka dengan makanan lengkap bergizi di tengah waktu Zuhur. Selanjutnya, berpuasa kembali hingga Magrib tiba. 

Menggunakan Kata-Kata Positif

Seringkali anak bertanya, "Ma, puasa itu tidak boleh makan, ya!" Sekilas pernyataan itu benar, tapi tahukah Anda bahwa hal itu dapat menimbulkan kekhawatiran baginya? Sebaiknya, orangtua menjelaskan makna puasa dengan kata-kata positif.

"Sayang, puasa itu tetap memperbolehkan kita makan. Hanya saja pola makannya diubah di bulan Ramadan. Sekarang, makan paginya itu sebelum Subuh dan makan siangnya dimundurkan saat Magrib," Natasha menyontohkan.

Manfaat Puasa

Ketika anak memahami benar makna puasa, maka dia pun akan memiliki motivasi yang kuat. Seperti diungkapkan Natasha, ada beberapa hal yang menarik untuk disimak anak, yakni:

- Agama. Puasa adalah sunah dari Allah. Sebagai ganjarannya, mendapat pahala.
- Kesehatan. Menyehatkan tubuh. Sebab, lambung itu perlu istirahat selama 11 bulan bekerja keras. Selain itu, kerja enzim yang diproduksi dalam saluran cerna membantu proses tumbuh kembangnya.  
- Cerdas Emosi dan Sosial. Meningkatkan Kecerdasan emosi. Hal ini didukung dengan penelitian dari Stanford University yang meneliti kepada anak terhadap tawaran marshmallow. Lalu, anak-anak itu ditawarkan satu marshmallow atau dua marshmallow bagi yang bersedia menunggu dalam beberapa menit. Ternyata, hasil penelitian menyebutkan anak yang dapat menunggu itu  memiliki kematangan emosi dan sosial lebih bagus, lebih sabar, toleran dan lebih peka terhadap kondisi, serta kebutuhan orang lain.

Perhatikan Asupan Gizi Anak

Ternyata, entah itu berpuasa atau tidak, anak-anak memerlukan nutrisi dan energi untuk pertumbuhannya.

"Tidak ada satu nutrisi yang lebih penting dari yang lain. Untuk tumbuh optimum, dia musti tercukupi kebutuhan (± 40 macam) nutrisi dari beragam makanan bergizi seimbang, termasuk susu dalam menu hariannya," papar Rienani. 

Oleh karena itu, orangtua musti memerhatikan asupan makanan dari sisi:

- Jumlah memadai. Sesuai kebutuhan.
- Jenis Beragam & berganti, baik bahan makanan maupun menu masakannya.
- Jadwal teratur. Sahur susu dan makanan lengkap sebagai sarapan, berbuka puasa sebagai snack, makan malam, minum susu & snack sebagai bekal tidur.
- Aman. makanan harus bebas cemaran (partikel maupun mikroba berbahaya). 
sumber : www.okezone.com
 
Copyright © Pelangi Bunda. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh