Jumat, 13 Agustus 2010

Mengubah Kebiasaaan Buruk Suami (1)

Apakah pasangan Anda "hobi" melempar bekas handuknya di tempat tidur setiap pagi? Menaruh dan membiarkan cangkir kopi bekas diminum?

Bila "ya", bacalah tujuh kebiasaan terparah yang biasa dilakukan para suami dan pelajari bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.
1. Meninggalkan cangkir kotor begitu saja
"Setiap pagi, suami saya meninggalkan bekas cangkir kopi yang habis dipakainya begitu saja di tempat cuci piring. Padahal dia tahu, kami tak punya pembantu. Seberapa susahnya, sih, langsung mencucinya?"
Menurut pasangan:
Dia beranggapan hal itu bukan merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukannya.
Ubah kebiasaan buruknya:
Katakan padanya bagaimana tidak pedulinya dia. Minta dia untuk membantu Anda. Katakan dengan suara lembut, "Saya tahu, kedengarannya tidak masuk akal, Tapi tahu, enggak, kamu, gelas kotor yang tergeletak begitu saja bisa membuat saya gila. Bisa kamu tolong cucikan sekalian? Kan, hanya satu cangkir kopi saja?" Kalau hal ini tidak berhasil, tanyakan pada diri sendiri, sampai seberapa jauh kebiasaannya itu mengganggu Anda. Apakah hal ini merupakan masalah yang sangat serius? Bila "ya" coba gunakan gelas plastik. Jadi, sehabis dipakai, langsung dibuang!
2. Susu kemasan karton yang sudah habis dibiarkan di dalam kulkas.
Menurut pasangan:
Bila dia tidak merasa meminum susu atau jus yang terakhir, dia tidak merasa bertanggung jawab untuk membuangnya.
Ubah kebiasaan buruknya:
Sediakan spidol dan kertas yang dapat ditempel di kulkas. Bila sesuatu sudah hampir habis, baik Anda maupun suami harus menuliskannya di kertas itu sehingga pada saat Anda maupun pasangan hendak mengonsumsi susu/jus, masing-masing dia ingat untuk membuang kemasan yang sudah kosong serta membeli yang baru. Bila ada kotak susu yang sudah hampir habis, dia akan lebih hati-hati dan segera membuangnya ke tempat sampah.
3. Tidak mengembalikan barang pinjaman
"DVD yang dipinjam dari DVD rental sudah dua minggu tergeletak di atas televisi dan suami saya, yang meminjam, tidak mau mengembalikannya"
Menurut pasangan:
Buat dia, lebih baik membayar denda daripada harus ke toko rental tersebut. Dia sangat malas untuk pergi mengembalikannya.
Ubah kebiasaan buruknya:
Cari jalan keluar terbaik yang sesuai dengan waktu suami Anda untuk pergi mengembalikannya agar Anda tidak perlu mengomel.
Langkah pertama:
Cari tahu apa yang dapat memotivasi dia. Misalnya, minta dia kalkulasi berapa banyak yang dia habiskan untuk membayar denda dalam satu bulan. Pada awal bulan berikutnya, letakkan jumlah uang tersebut di dalam toples dan gunakan untuk membayar denda. Bila pada akhir bulan ternyata masih ada sisanya, berikan kepadanya untuk dia gunakan sesukanya.
Langkah kedua:
Cari cara termudah agar dia mau mengembalikannya. Sediakan satu kotak khusus untuk meletakkan DVD yang sudah ditontonnya, lalu ingatkan dia dengan menuliskan catatan yang mudah terlihat olehnya untuk memeriksa kotak DVD yang harus dikembalikan.
Bila kedua cara ini tetap tidak berhasil, lebih baik membeli DVD yang diinginkan atau Anda berdua pergi menonton ke bioskop sehingga tidak usah pusing memikirkan harus mengembalikannya.
4. Berpura-pura seolah-olah mendengar
"Suami saya bersikap seolah-olah dia mendengarkan cerita saya. Tetapi bila saya tanyakan pendapatnya mengenai cerita saya, dia minta maaf karena tidak mendengarkan perkataan yang terakhir yang saya ucapkan. Kenyataannya, tidak satu pun apa yang saya katakan didengarnya"
Menurut pasangan:
Anda cerewet. "Perempuan senangnya mengoceh." Karena Anda terlalu banyak ngomong, membuat suami tidak berminat untuk mendengarkannya.
Ubah kebiasaan buruknya:
Anda tidak dapat mengharapkan suami untuk mendengarkan secara efektif 100 persen pada saat yang sama. Ingatkan dia bila ada hal penting yang ingin Anda katakan, misalnya: "Ada sesuatu hal yang penting yang ingin saya sampaikan. Kamu ada waktu, enggak?" Begitu dia mulai memperhatikan apa yang Anda katakan, ceritakan hal yang penting yang memang perlu Anda sampaikan. Hindari cerita berlebihan. Pria tidak memerlukan rincian cerita. Mereka lebih mementingkan garis besarnya.

Sumber : Tabloid Nova

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Pelangi Bunda. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh